Tuesday, 18 November 2014

TUGAS 4



Pengantar bisnis

1.      Perbedaan kewiraswastaan, wiraswasta, dan wiraswastaan

§  Kewiraswastaan adalah suatu profesi yang timbul karena interaksi antara ilmu pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan formal dengan seni yang hanya dapat diperoleh  dari suatu rangkaian kerja yang diberikan dalam praktik.
§  Wiraswasta adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan darinya serta mengambil tindakan yang tepat, guna memastikan kesuksesan.
§  Kewiraswastawan adalah semangat, perilaku dan kemampuan untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang memperoleh keuntungan untuk diri sendiri atau pelayanan yang baik pada masyarakat, dengan selalu mencari pelanggan lebih banyak dan melayani pelanggan lebih baik, serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dan menerapkan cara kerja yang lebih efisien, melalui keberanian mengambil resiko, kreatifitas dan inovasi serta kemampuan manajemen.
2.      Perusahaan kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil, dan memenuhi kriteria kekayaan bersih atau hasil penjualan yang berskala usaha kecil informal dan usaha kecil tradisional.

1. Pada umumnya dikelola dippimpin sendiri oleh pemiliknya.

2.Struktur organisasinya sederhana dan masih banyak perangkapan tugas jabatan pada seseorang

3. Persentase kegagalan usaha relatif cukup tinggi.

4. Kesulitan untuk mengembangkan usaha dikarenakan sulit memperoleh pinjaman dengan syarat mutlak.

      Perusahaan besar adalah kegiatan ekonomi produktif yang dilakukan oleh badan usaha dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan lebih besar dari Usaha Menengah, yang meliputi usaha nasional milik negara atau swasta, usaha patungan, dan usaha asing yang melakukan kegiatannya.

1.      Pada umumnya dikelola dipimpin oleh manajer profesional (bukan pemiliknya)

2.      Struktur oraganisasinya kompleks dan sudah ada spesialisasi pekerjaan

3.      Persentase kegagalan usaha relatif rendah

4.      Modal jangka panjang relatif lebih mudah diperoleh untuk pengembangan usaha.
 
Ciri – ciri :
§  Perusahaan kecil
-  Manajemen berdiri sendiri
-  Modal disediakan oleh seorang pemilik atau sekelompok kecil
-  Daerah operasinya lokal
-  Ukuran dalam keseluruhan relatif kecil

 Contoh : produksi kerajinan tangan, produksi genting/atap rumah, koprasi
§  Perusahaan besar
- Kemampuan manajemen lebih besar
- Proses pendirianya relatif mudah
- Modal yang dikumpulkan bisa lebih besar  
   Contoh : telkom indonesia, bank mandiri,bank central asia, PT gudang garam. 

3.      Franchise lokal

Fast food : CFC, Isabento, Bolo-bolo

Rumah makan : ayam goreng mbok berek, Ny.Suharti, Es teller 77

Soft drink : kedai kopi lokal

Cakes : Holland Bakery

Franchise asing

Fast food : Mc. Donald, A&W, KFC, Hoka-Hoka Bento

Restaurant : Reb Lobster, Hard Rock, Fashion Cafe

Pizza/ es cream/cakes : pizza hut, dunkin donat swensenz

Soft drink : cola-cola, pepsi, green spot, donat resto & cape

4.      Keuntungan dan kerugian suatu franchise

Keuntungan berbisnis franchise antara lain :

  • Learning Curve yang singkat sehingga anda tidak perlu mengalami jatuh bangun atau kegagalan yang sudah dialami oleh pemberi bisnis franchise
  • Mengunakan jaringan nama yang sudah terkenal, sehingga memudahkan anda dalam memasarkan produk yang anda pasarkan tanpa memperkenalkan lagi
  • Mendapatkan bantuan memulai usaha,  memulai usaha tentu banyak kendala dibandingkan melanjutkan bisnis yang sudah berjalan  dan sebagai pembeli franchise kita sangat mengharapkan bantuan saat memulai dari si pemberi bisnis franchise yang telah kita beli
  • Jaminan supplai dan dukungan usaha lain, dengan membeli franchise berarti Anda mengharapkan dukungan dari franchisor anda, untuk produk anda akan selalu dijamin kontinyu dalam suplainya disamping dukungan dalam pemasaran, dukungan dalam training karyawan dsb
  • Kekuatan dalam kegiatan promosi yang efisien, kelebihan dalam bisnis bersama adalah efisiensi dalam promosi secara nasional.

Kerugian berbisniis franchise

·         Kesukaran dalam menilai kualitas franchisor;

·         Biasanya kontrak franchise berisikan juga pembatasan-pembatasan terhadap bisnis franchise dan ruang gerak dari pihak franchisor,

·         Kebijakan-kebijakan pihak franchisor tidak selamanya berkenaan di hati pihak franchisee,

·         Franchisor bisa jadi membuat kesalahan dalam kebijakannya,

·         Turunnya reputasi dan citra dari merek bisnis franchisor karena alasan yang tidak terduga-duga sebelumnya

 

 

 

No comments:

Post a Comment